Suasana Tenang dan Syahdu, Begini Cara SAMSAPA Cetak Generasi Qurani Tiap Pagi

PAYARAMAN – Keheningan fajar di SMA Negeri 1 Payaraman selalu pecah oleh lantunan syahdu ayat-ayat suci Al-Qur’an. Setiap hari Selasa – Kamis, sebelum lembar buku pelajaran dibuka, seluruh siswa terlebih dahulu menata hati melalui program Literasi Pagi Mengaji. Inovasi religius ini menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia di lingkungan sekolah yang akrab disapa SAMSAPA tersebut.
Kepala SMAN 1 Payaraman, Sugiyarto, S.Pd., M.S.I., M.Pd., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan strategi terukur untuk memastikan tidak ada lagi siswa yang lulus dalam keadaan buta aksara Al-Qur’an.
Demi efektivitas pembelajaran dan bimbingan yang tepat sasaran, pihak sekolah menerapkan sistem zonasi kemampuan dengan membagi seluruh siswa ke dalam tiga kelompok belajar:
- Kelompok A (Mahir): Diperuntukkan bagi siswa yang sudah lancar membaca. Fokus utama kelompok ini adalah pendalaman ilmu tajwid, tahsin, serta program hafalan (tahfiz) Al-Qur’an.

- Kelompok B (Belum Mahir): Diisi oleh siswa yang sudah bisa membaca namun terbata-bata. Mereka mendapatkan bimbingan intensif untuk melancarkan bacaan dan membenarkan ketepatan makhrajul huruf.

- Kelompok C (Belum Bisa): Ruang khusus bagi siswa yang belum bisa membaca sama sekali. Pendekatan dilakukan secara personal dari dasar, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga metode Iqra.

“Kami ingin memastikan seluruh anak didik kami di SAMSAPA mendapatkan hak pendidikan spiritual yang sama. Dengan pembagian kelompok ini, siswa yang belum bisa tidak akan merasa minder, dan yang sudah mahir bisa terus berkembang,” ujar Sugiyarto, S.Pd., M.S.I., M.Pd. saat memantau jalannya kegiatan.
Melalui konsistensi yang terjaga setiap pekan, program Literasi Pagi ini sukses mengubah wajah SMAN 1 Payaraman tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan non-akademik, tetapi juga tumbuh sebagai sekolah rujukan yang berkarakter islami di Kabupaten Ogan Ilir.