BATURAJA – Ratusan siswa kelas X SMAN 1 Payaraman melakukan perjalanan lintas waktu dalam kegiatan kokurikuler bertema “Kearifan Lokal dan Budaya“. Destinasi utama dalam kunjungan edukatif kali ini adalah dua ikon sejarah Sumatera Selatan yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU): Museum Harimau dan Gua Putri.
Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Proyek kolaborasi ini mengintegrasikan tiga mata pelajaran sekaligus, yaitu Sejarah, Geografi, dan Ekonomi, guna memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa mengenai kekayaan Negeri ini.
Kolaborasi Tiga Disiplin Ilmu
Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk melihat satu objek dari berbagai sudut pandang ilmiah:
- Sejarah: Di Museum Harimau (Situs Padang Bindu), siswa mempelajari kehidupan manusia purba Homo Sapiens yang menghuni gua-gua di Baturaja ribuan tahun silam. Mereka melihat langsung kerangka asli dan artefak yang menjadi bukti peradaban awal di Sumatera.
- Geografi: Di Gua Putri, fokus beralih pada fenomena karst. Siswa mengamati pembentukan stalaktit dan stalagmit, struktur batuan, serta bagaimana kondisi geologis memengaruhi ekosistem dan ketersediaan air di wilayah tersebut.
- Ekonomi: Siswa melakukan observasi mengenai pengelolaan tempat wisata sebagai aset daerah. Mereka menganalisis bagaimana kearifan lokal dapat dikonversi menjadi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata dan UMKM kreatif.
Pengalaman Langsung di Lapangan
Perjalanan dimulai di Museum Harimau. Suasana hening dan magis museum memberikan kesan mendalam bagi para siswa saat melihat rekonstruksi kehidupan prasejarah. “Melihat langsung kerangka manusia purba membuat pelajaran di kelas terasa lebih nyata,” ujar salah satu siswa kelas X.
Petualangan berlanjut ke Gua Putri. Di sana, siswa tidak hanya disuguhi legenda “Putri Dayang Merindu”, tetapi juga diajak menyusuri lorong-lorong gua untuk memahami proses alam selama jutaan tahun. Gemericik air sungai bawah tanah menjadi laboratorium alam yang sempurna bagi materi Geografi.
Catatan Pendidik
Kepala Sekolah SMAN 1 Payaraman menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler ini bertujuan agar siswa memiliki rasa bangga terhadap identitas budaya lokal.
“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga peduli pada pelestarian sejarah dan lingkungan. Dengan menggabungkan Sejarah, Geografi, dan Ekonomi, mereka belajar bahwa ilmu pengetahuan itu saling terhubung di dunia nyata,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan tugas kelompok berupa pembuatan laporan kolaboratif dan konten edukasi digital, yang diharapkan dapat mempromosikan destinasi wisata Baturaja ke lingkup yang lebih luas.
Penulis: Admin Website SMAN 1 Payaraman
Foto: Dokumentasi Kegiatan Kokurikuler Kelas X